Awal pertama memasuki dunia kelas 3, saya bertekad untuk kuliah di jurusan Akuntansi. Alasan khusus karena saya melihat bahwa dimanapun itu, bagian keuangan akan selalu diperlukan. Ya toh? Jadi...prospeknya jelas. Soal tempat kuliah..... siapa yang nggak mau UI sih?
Berhubung ikut les, psikotest dan open house sana-sini, sasaran utama saya malah bidang Komunikasi. Lebih kerennya yang bagian Desain Komunikasi Visual. Pas! Iya, pas. Itu ada di lubuk hati saya terdalam. Tapi persaingannya pasti ketat. Desain? Sedikit saja tidak ada mood, semuanya akan hancur lebur. Mati. Intinya, kalau bener-bener nggak diniatin dari dalam diri, bakalan susah ngejalaninnya. Saya? Niat! Orangtua? Mm...pikir-pikir aja terus lah ya.
Pada akhirnya......perjuangan pun dimulai. Struggling.
Prodi : KOMUNIKASI UI, ADMINISTRASI NEGARA UI, KOMUNIKASI UNPAD, ADMINISTRASI NEGARA UNPAD
Udah pada tau dong ya? Puji Tuhan, saya dapat kesempatan ini. Agak sedikit lega. Namun, saya juga paham kalau ini lebih kepada hoki semata. Saya pun cuma 20 besar di IPS. Usut punya usut, setiap jurusan di Universitas cuma bisa 'comot' 1 orang aja dari satu sekolah. Jadi, untuk berharap lolos pun kayaknya salah. Harinya pun tiba! Pengumuman via online. Saya tak cukup berani melihatnya. Ditambah lagi dengan Mauddy update kalau dia dapat Kom UI dan Wonge dapat Admineg UI. Ngomongin UNPAD....lebih hopeless lagi karena kuota diterimanya sangat kecil. Dan nyatalah ketakutan saya itu. Yup, gagal. Sedih? Jelas. Semangat dong? Pasti.
Prodi : KOMUNIKASI UI, ADMINISTRASI NEGARA UNPAD
Dapet test di SMAN 99. Bicara optimis.....ya optimis. Terlebih ngarep sih. Sampai akhirnya tiba pengumuman. Dagdigdug. Rasa deg-degannya sama kayak buka pengumuman SNMPTN Undangan. Dan hasilnya pun ternyata sama. Gagal. Nangis nggak ada hentinya. Bener-bener sedih. Terpukul. Sungguh. Mau bangkit? Dikira gampang! Yang namanya benar-benar kecewa.....ya kecewa berat sama diri sendiri. Nyerah? Nggak!
Prodi : KOMUNIKASI & ADMINISTRASI NEGARA
SMUP itu berdasar pada nilai SNMPTN. Jadi nggak test. Sedangkan saya juga nggak tau nilai SNMPTN berapa. Huft. Tapi prosedurnya emang begitu. Capek banget ngurusin SMUP. Persyaratannya banyak. Harus nge-print, isi formulir, cap, materai dan lainnya terus upload lagi ke web-nya. Salahnya, saya juga terlalu muluk disini. UNPAD bilang "Mohon maaf". Jadi.... Iya, gagal lagi loh.
Prodi : AKUN PSI KOM - Reguler , KEUANGAN PAJAK PERIKLANAN - Vokasi
Pede? Dahsyat. Selalu dan selalu saya beranggapan, "Ah pasti ada deh salah satu yang nyangkut." Pengumuman dilaksanakan via online dan via koran Kompas. Pagi-pagi buta si Papa udah beliin koran. Deg-degannya sama kayak Snmptn Undangan - Tertulis. Shhhh. Pagi itu juga saya sebenarnya berencana untuk tes Telkom. Jadi, kalau saya keterima di UI, saya nggak usah tes deh. Pada akhirnya saya pun meluncur ke Bandung. So the point is..... gagal lagi. Mau tes dengan keadaan terpuruk itu nggak ens banget. Tapi yasudahlah. Yasudah. Yasudah. Gausah nangis lagi, Digna!
"4 KALI JATOH. GILA GILA GILA GILA. Semangatnya kendor. Kepercayaan akan Mukzizat-Nya pun sebentar kandas. Tapi untung banyak yang ngingetin soal rencana Tuhan yang selalu indah untuk umat-Nya. Yuhu bangkit lagi!!!! Kali ini dengan mengubur dalam-dalam harapan akan Komunikasi atau Administrasi Negara."
Mungkin disinilah jalan saya. Mengikuti jejak Ka Sisca dengan harapan cepat kerja dan nantinya bisa melanjutkan S1 di UI. Awalnya, saya menolak keras untuk berada disini. Pernyataan itu muncul saat saya belum tau kalau ternyata saya gagal PTN. Dengan keadaan belum ada pegangan, saya niatkan untuk test disini. Puji Tuhan, diterima.
Prodi : Manajemen Bisnis T.I
Kali ini sistemnya Computer Based gitu. Jadi, ngisi soal langsung di komputer dan langsung ketauan juga hasilnya gimana. Excited? Iya, setelah liat gedungnya. Hehehe. Ternyata, Tuhan berkata lain. Bukan disini jalannya. Ini bukan perihal saya gagal dalam tes, tapi ikut aja pun enggak. Jadi tuh IM Telkom ngeselin parah. 2 hari sebelumnya, saya udah telpon dan dijelasin tentang S1 IM ini. Bahkan udah ngomongin biaya loh. Eh.....pas dateng beda lagi. Dengan gampangnya mbaknya ngomong, "Oh maaf cuma tinggal D3 testnya. S1nya sudah habis." HEH!?! Kalau ditanya lagi ke saya.... Jujur saya nggak mau kalau harus D3 disini. Bukannya nggak bagus, tapi ya kejauhan aja. Toh saya sudah dapat Tarakanita. Jadi, yaudah deh belanja aja di Bandung.
TAPI...........................
PSSB UNIVERSITAS DIPONEGORO
Prodi : KOMUNIKASI
Rp. 200.000,-
25 Juli 2012. Hari yang perlu di BOLD. Masih ingat betul saat itu saya sudah mau terjaga saking capeknya seharian jalan sama Ando dan makan-makan sama keluarga. Belum sempat menutup mata, Oliva, yang juga ikut PSSB UNDIP, menghubungi saya. Dia memberi kabar bahwa dia gagal kembali. Sedih. Sungguh. Perjuangan Oliva selama ini juga sudah mati-matian. Dan saya seolah lupa kalau saya juga meng-apply PSSB UNDIP. Fyi, PSSB ini dilihat dari nilai rapot selama 3 tahun menginjakkan kaki di SMA. Persyaratan utamanya sih harus 10 besar selama 3 tahun itu. Puji Tuhan saya termasuk didalamnya. Tapi, lagi dan lagi. Untuk berharap saja pun saya takut. Bahkan sudah mengklaim, "Ah paling juga gagal." Kenapa saya bilang begitu? PSSB UNDIP hanya memberikan 1 pilihan. Iya, saya pilih Komunikasi (lagi). Coba lihat dari sejarah saya yang sudah-sudah, 6 pilihan di SIMAK aja nggak ada satupun yang nyantol. Lah ini cuma 1 pilihan? Kubur dalem-dalem deh ngarepnya.
Agaknya malam itu internet saya error, jadi susah buat ngecek pengumuman. Udah males-malesan. Akhirnya minta bantuan Oliva ngecekin aja. Ngga disangka ngga diduga....Oliva sms "Selamat Digna! Masih nggak percaya maksud dari selamat itu apa. Akhirnya di malam itu gue ngecek langsung ke internet - di jam 12 malem dudes. Dan ternyata benar! Puji Tuhan, ini kali ya maksud pelangi sehabis hujan. Akhirnya sya bisa bayar semuanya. Akhirnya.... Akhirnya.... Semua formulir yang memakan uang 1 juta lebih itu pun worth enough!
Trimakasih untuk seluruh anggota Keluarga yang nggak pernah berhenti berdoa buat saya, untuk support dari Daniel Fernando Simarmata yang no cure parah, USM, N3N3N, dan teman-teman lainnya yang ikut menyemangati saya. Trimakasih super duper! Semarang, see ya! & Lord, You're amazing.