Showing posts with label education. Show all posts
Showing posts with label education. Show all posts

6.2.16

MAGANG BANK INDONESIA (DEPARTEMEN KOMUNIKASI)


Post kali ini spesial aku  buat untuk teman-teman yang mungkin membutuhkan informasi mengenai magang (khususnya bagian humas) di Bank Indonesia Pusat yang berada di Jl M.H Thamrin, Jakarta. Sebelumnya, aku merasa harus memposting tulisan ini dikarenakan terlebih dahulu aku mendapat cukup banyak informasi dan bantuan yang bermula dari Blog Kak Brigitha. Thankyou anyway kak! So here the stories :

PROCESS
Diterima magang di Bank Indonesia tidaklah sulit ; dalam artian tidak ada test khusus dan seleksi bertahap. Sesimple ketika mereka butuh anak magang, ya mereka akan terima asalkan kalian memperhatikan syarat-syarat yang sudah di tentukan Bank Indonesia (disini). Yang harus di garis-bawahi adalah tidak semua departemen selalu membutuhkan anak magang.  So, karena aku ex-magangers (???) Departemen Komunikasi BI, lebih baik sebelumnya kamu langsung kontak twitter official BI (@bank_indonesia) atau menghubungi Call Center BI alias BICARA di 131. Kenapa kesitu? Karena media tsb yang paling fast response menanggapi pertanyaan dari publik. Jangan khawatir, pasti dituntun dengan tepat kok. Ehe. 

Aku pribadi sebenarnya tidak terlalu mulus untuk bisa magang di BI. Kurang lebih 5 bulan sebelumnya aku sudah apply proposal magang disini, tapi ternyata pengumuman keterimanya masih simpang siur bahkan sampai seminggu sebelum hari-H magang. Aku memutuskan langsung menghadap pihak SDM khusus anak magang, alias Ibu Tita. Sebelum aku ke Bu Tita, aku menghadap pihak Departemen Komunikasi terlebih dulu dan menemukan fakta menyakitkan kalau dokumenku entah terselip dimana! Untungnya bawa back-up file jadi langsung sigap dikelarin. Ini part yang huft banget sih,  Jadi, buat kalian yang mau magang disini, usahakan terus interaksi dengan Ibu Tita yang mengurus magang ya. FYI, Ibu Tita ini terkenal sibuk banget, jadi kita sendiri yang harus aktif kalau nggak mau puzing. Dari banyak cerita di blog temen-temen ex-magangers BI, mereka juga suka baru dapet informasi diterima magang seminggu atau bahkan sehari sebelum magang loh. You'd better prepare the worst!


JOB LIST
SO setelah aku si anak magang cupu bau kencur ini diterima magang di Departemen Komunikasi dari 7 Sept 2015 - 15 Nov 2015, hidupku seakan berubah. Literally berubah. Senin sampai Jumat berangkat dari rumah jam set.5 pagi dan sampai rumah lagi jam 8/9 malam. Siklus gila itu nggak bakal aku lupa, apalagi ditambah deru-derai air mata yang sering menetes di Trans Jakarta karena saking capek dan keselnya ngeliat macet. Berbi lelah!!!  Tapi terlepas dari itu semua, pengalaman magang di DKOM ini juga sangat aku syukuri.

Sbg informasi tambahan, ada 7 Divisi di Departemen Komunikasi BI : Divisi Strategi Komunikasi, Divisi Pengendalian dan Penyelarasan Komunikasi, Divisi Komunikasi Online dan Layanan Informasi Publik, Divisi Relasi Media Massa dan Opinion Maker, Divisi Relasi Internal, Divisi Relasi Lembaga Publik, dan Divisi Pemberdayaan Komunitas (CSR). So far aku nyobain semua divisi, kecuali Divisi Relasi Lembaga Publik (DRLP) karena enggak tertarik sama sekali sama politik pemerintahan. Bhay. Ohya, kalian bebas kok milih mau masuk divisi apa, asal nggak bentrok aja sama anak magang yang lain. Dan biasanya didahulukan buat temen-temen yang sudah fokus ambil materi tertentu buat laporan magangnya. 

Berhubung udah dijabarkan divisi-divisinya, kalian pasti tau dong kurang lebih kerjaku apa. Ada beberapa pengalaman baru yang nggak akan aku lupa, misalnya waktu ikut rapat sama Cognito. Aku bisa lihat secara langsung presentasi Cognito ke BI dan proses bargaining ini itu, terlebih denger langsung jumlah rupiah yang ditawarkan sebelum dealing. Gila sih sepanjang jadi mahasiswa kom tugasnya sering sok jadi konsultan PR, tapi sekarang bisa ngeliat sendiri kerja real si konsultan PR itu gimana - dan lucunya sekarang posisinya aku juga ngalamin rasanya  jadi seorang klien. 

Magang punya arti simple yakni kamu akan berkontribusi membantu kerja pegawai kapanpun mereka membutuhkanmu (re: jadi babu lucu). Tapi bukan hanya itu! Supaya magangmu lebih berkesan, nggak ada salahnya kalau kamu nawarin skill-skill yang kamu punya juga. Yakinlah setidaknya itu bisa membuatmu tidak minder diantara para pegawai. LOL. Singkat kata, aku sangat senang bekerja di Divisi Relasi Internal (wahai Ibu Dyah, Mas Josh, Mas Baim apakabar ya?). Disini setidaknya aku bisa menuangkan kegemaranku dalam hal design. Aku mendapat kesempatan re-design ucapan ulangtahun yang rutin diberikan oleh BI untuk seluruh pegawainya. Puji Tuhan semoga jadi dipakai tahun 2016 ya!  



Menjadi anak magang juga berarti kamu harus menghadapi tantangan bagaimana bekerja dengan cepat dan tepat, bahkan untuk sesuatu yang enggak pernah kamu tahu sekalipun. Intinya learning by doing. Jangan malu untuk bilang "saya tidak mengerti" - "tolong bantu saya" - "maaf apakah ini sudah benar? - "maaf apa bisa dijelaskan lagi?" - dsb. Konsep magang di BI ini aku rasa hampir 90% adalah dari proses learning by doing. Salah satunya adalah ketika aku mendapat tugas untuk membuat mapping opinion maker Bank Indonesia dengan mengoperasikan pivot table. Sesumpahan enggak pernah paham sebelumnya! 

Beberapa tugas lain yang aku lakuin kurang lebih :  membuat strategi komunikasi BI terkait kampanye "kewajiban penggunaan rupiah", mencari daftar endorser yang pas untuk BI, membagikan press release saat konferensi pers, ikut dalam workshop media, ikut kegiatan BBM (BI Bareng Media), pendataan kontak media massa di Indonesia, media monitoring, kliping berita harian, analisis statement Bank Indonesia dalam kasus Bank Century, berkontribusi dalam pembuatan majalah internal “FOKUS”, rekap twitter BI, pengarsipan, dan berpartisipasi dalam kegiatan kunjungan BI yang dihadiri oleh siswa maupun mahasiswa. 


EMPLOYEES & FRIENDS
Overall magang di DKOM sangat menyenangkan! Pegawainya ramah-ramah dan murah hati, baik dalam hal ilmu maupun bagi-bagi makanan. LOL. Tapi kantor DKOM itu suka sepi loh, soalnya 'hobi' pegawainya dines keliling provinsi ikut ini itu. Pokoknya acaranya banyak banget deh. Jadi kalau ditanya deket apa enggak sama pegawainya sih masih standar. Ini dia pegawai yang sempet foto bareng aku di hari terakhir magang. Sadly karena itu hari Jumat dan penuh jadwal dines, jadi cuma sedikit pegawai yang di kantor :3



Yup, magang ini aku nggak sendirian in real. Aku ketemu banyak temen baru dari berbagai kampus : Wida (UP), Imam (UP), Hanif (UP), Afif (UNPAD), Riris (LSPR), Anggi (LSPR), Raisa (LSPR), Ivan (ATMA JOG). Angga (UNBRAW), Ami (TANRI ABENK), Dhany (UNJ) dan Nasrul (UNJ). Banyak ya? Hehe. Berhubung aku 2 bulan magangnya, jadi emang cukup banyak ketemu temen-temen barunya. FYI BI nggak ada program pasti perihal magang, jadi suka tiba-tiba aja dateng anak baru ataupun nggak kerasa temen lama kita udah mau selesai magang aja. So far bersyukur banget bisa kenal anak-anak absurd kayak mereka. See you on top guizzze!





FEE?
Upah magang enggak selalu di dapet di setiap perusahaan. Bank Indonesia sendiri hanya memberi uang transport yang berlaku untuk sebulan magang. So, kalau kamu magang 2/3 bulan, kamu tetep hanya dapat jatah uang transport sebulan. Worth enough? Mungkin enggak ya, tapi at least bersyukur masih sedikit dihargai sama BI. Banyak juga temenku yang capek-capek magang di instansi lain tapi enggak digaji sepeserpun. Terlepas dari fee, yang terpenting adalah pengalaman baru dan akan sangat berharga untuk dimasukkan ke CV. 


Kalau ada pertanyaan bisa komen dibawah atau kontak email aku : dignamargareth@gmail.com. Akan sangat senang bila aku bisa membantu teman-teman yang mau magang di Bank Indonesia.  Thankyou for reading anyway xoxo


UPDATED : 
Dikarenakan banyaknya yang email hanya untuk minta contoh "PROPOSAL", maka aku tidak akan membalas email yang isinya seperti itu. Mohon maaf sebelumnya bukan tidak mau membantu akan tetapi prosedural proposal masing-masing orang sepertinya menjadi tanggung jawab pribadi & nama baik kampus jadi aku tidak mau disalahkan kalau sembarangan kasih ajuan proposal - terkait dengan mudahnya copy-paste doang. Disini aku melayani teman-teman yang mau berdiskusi ttg pembuatan proposalnya seperti apa, tapi tidak bersedia 'lagi' memberi proposal secara utuh. 

Dan untuk teman-teman yang membutuhkan pembuatan design CV dan Cover Letter KEKINIAN boleh mengunjunggi Instagram khusus ku di @glowintheart , tentunya harganya sangat murah dong. Lebih mudahnya langsung add di : @fsv7445j (sekalian pesen, sekalian ngobrolin tentang BI juga bisa). Berikut beberapa contohnya : 













30.7.12

University?

Awal pertama memasuki dunia kelas 3, saya bertekad untuk kuliah di jurusan Akuntansi. Alasan khusus karena saya melihat bahwa dimanapun itu, bagian keuangan akan selalu diperlukan. Ya toh? Jadi...prospeknya jelas. Soal tempat kuliah..... siapa yang nggak mau UI sih?

Berhubung ikut les, psikotest dan open house sana-sini, sasaran utama saya malah bidang Komunikasi. Lebih kerennya yang bagian Desain Komunikasi Visual. Pas! Iya, pas. Itu ada di lubuk hati saya terdalam. Tapi persaingannya pasti ketat. Desain? Sedikit saja tidak ada mood, semuanya akan hancur lebur. Mati. Intinya, kalau bener-bener nggak diniatin dari dalam diri, bakalan susah ngejalaninnya. Saya? Niat! Orangtua? Mm...pikir-pikir aja terus lah ya.

Pada akhirnya......perjuangan pun dimulai. Struggling.

SNMPTN UNDANGAN
Prodi : KOMUNIKASI UI, ADMINISTRASI NEGARA UI, KOMUNIKASI UNPAD, ADMINISTRASI NEGARA UNPAD
Rp. 175.000,-

Udah pada tau dong ya? Puji Tuhan, saya dapat kesempatan ini. Agak sedikit lega. Namun, saya juga paham kalau ini lebih kepada hoki semata. Saya pun cuma 20 besar di IPS. Usut punya usut, setiap jurusan di Universitas cuma bisa 'comot' 1 orang aja dari satu sekolah. Jadi, untuk berharap lolos pun kayaknya salah. Harinya pun tiba! Pengumuman via online. Saya tak cukup berani melihatnya. Ditambah lagi dengan  Mauddy update kalau dia dapat Kom UI dan Wonge dapat Admineg UI. Ngomongin UNPAD....lebih hopeless lagi karena kuota diterimanya sangat kecil. Dan nyatalah ketakutan saya itu. Yup, gagal. Sedih? Jelas. Semangat dong? Pasti.

SNMPTN TERTULIS
Prodi : KOMUNIKASI UI, ADMINISTRASI NEGARA UNPAD
Rp. 150.000,-

Dapet test di SMAN 99. Bicara optimis.....ya optimis. Terlebih ngarep sih. Sampai akhirnya tiba pengumuman. Dagdigdug. Rasa deg-degannya sama kayak buka pengumuman SNMPTN Undangan. Dan hasilnya pun ternyata sama. Gagal. Nangis nggak ada hentinya. Bener-bener sedih. Terpukul. Sungguh. Mau bangkit? Dikira gampang! Yang namanya benar-benar kecewa.....ya kecewa berat sama diri sendiri. Nyerah? Nggak!



SMUP UNPAD
Prodi : KOMUNIKASI & ADMINISTRASI NEGARA
Rp. 150.000,-

SMUP itu berdasar pada nilai SNMPTN. Jadi nggak test. Sedangkan saya juga nggak tau nilai SNMPTN berapa. Huft. Tapi prosedurnya emang begitu. Capek banget ngurusin SMUP. Persyaratannya banyak. Harus nge-print, isi formulir, cap, materai dan lainnya terus upload lagi ke web-nya. Salahnya, saya juga terlalu muluk disini.  UNPAD bilang "Mohon maaf". Jadi.... Iya, gagal lagi loh.


SIMAK UI
Prodi : AKUN PSI KOM - Reguler , KEUANGAN PAJAK PERIKLANAN - Vokasi
Rp. 450.000,-

Pede? Dahsyat. Selalu dan selalu saya beranggapan, "Ah pasti ada deh salah satu yang nyangkut." Pengumuman dilaksanakan via online dan via koran Kompas. Pagi-pagi buta si Papa udah beliin koran. Deg-degannya sama kayak Snmptn Undangan - Tertulis. Shhhh. Pagi  itu juga saya sebenarnya berencana untuk tes Telkom. Jadi, kalau saya keterima di UI, saya nggak usah tes deh. Pada akhirnya saya pun meluncur ke Bandung. So the point is..... gagal lagi. Mau tes dengan keadaan terpuruk itu nggak ens banget. Tapi yasudahlah. Yasudah. Yasudah. Gausah nangis lagi, Digna! 


"4 KALI JATOH. GILA GILA GILA GILA. Semangatnya kendor. Kepercayaan akan Mukzizat-Nya pun sebentar kandas. Tapi untung banyak yang ngingetin soal rencana Tuhan yang selalu indah untuk umat-Nya. Yuhu bangkit lagi!!!! Kali ini dengan mengubur dalam-dalam harapan akan Komunikasi atau Administrasi Negara."


STIKS TARAKANITA
Prodi : D3 Sekretari
Rp. 200.000,- 

Mungkin disinilah jalan saya. Mengikuti jejak Ka Sisca dengan harapan cepat kerja dan nantinya bisa melanjutkan S1 di UI. Awalnya, saya menolak keras untuk berada disini. Pernyataan itu muncul saat saya belum tau kalau ternyata saya gagal PTN. Dengan keadaan belum ada pegangan, saya niatkan untuk test disini. Puji Tuhan, diterima. 

IM TELKOM
Prodi : Manajemen Bisnis T.I
Rp. 300.000

Kali ini sistemnya Computer Based  gitu. Jadi, ngisi soal langsung di komputer dan langsung ketauan juga hasilnya gimana. Excited? Iya, setelah liat gedungnya. Hehehe. Ternyata, Tuhan berkata lain. Bukan disini jalannya. Ini bukan perihal saya gagal dalam tes, tapi ikut aja pun enggak. Jadi tuh IM Telkom ngeselin parah. 2 hari sebelumnya, saya udah telpon dan dijelasin tentang S1 IM ini. Bahkan udah ngomongin biaya loh. Eh.....pas dateng beda lagi. Dengan gampangnya mbaknya ngomong, "Oh maaf cuma tinggal D3 testnya. S1nya sudah habis." HEH!?! Kalau ditanya lagi ke saya.... Jujur saya nggak mau kalau harus D3 disini. Bukannya nggak bagus, tapi ya kejauhan aja. Toh saya sudah dapat Tarakanita. Jadi, yaudah deh belanja aja di Bandung. 

TAPI...........................



PSSB UNIVERSITAS DIPONEGORO
Prodi : KOMUNIKASI
Rp. 200.000,-

25 Juli 2012. Hari yang perlu di BOLD. Masih ingat betul saat itu saya sudah mau terjaga saking capeknya seharian jalan sama Ando dan makan-makan sama keluarga. Belum sempat menutup mata, Oliva, yang juga ikut PSSB UNDIP, menghubungi saya. Dia memberi kabar bahwa dia gagal kembali. Sedih. Sungguh. Perjuangan Oliva selama ini juga sudah mati-matian. Dan saya seolah lupa kalau saya juga meng-apply PSSB UNDIP. Fyi, PSSB ini dilihat dari nilai rapot selama 3 tahun menginjakkan kaki di SMA. Persyaratan utamanya sih harus 10 besar selama 3 tahun itu. Puji Tuhan saya termasuk didalamnya. Tapi, lagi dan lagi. Untuk berharap saja pun saya takut. Bahkan sudah mengklaim, "Ah paling juga gagal." Kenapa saya bilang begitu? PSSB UNDIP hanya memberikan 1 pilihan. Iya, saya pilih Komunikasi (lagi). Coba lihat dari sejarah saya yang sudah-sudah, 6 pilihan di SIMAK aja nggak ada satupun yang nyantol. Lah ini cuma 1 pilihan? Kubur dalem-dalem deh ngarepnya. 

Agaknya malam itu internet saya error, jadi susah buat ngecek pengumuman. Udah males-malesan. Akhirnya minta bantuan Oliva ngecekin aja. Ngga disangka ngga diduga....Oliva sms "Selamat Digna! Masih nggak percaya  maksud dari selamat itu apa. Akhirnya di malam itu gue ngecek langsung ke internet - di jam 12 malem dudes. Dan ternyata benar! Puji Tuhan, ini kali ya maksud pelangi sehabis hujan. Akhirnya sya bisa bayar semuanya. Akhirnya.... Akhirnya....  Semua formulir yang memakan uang 1 juta lebih itu pun worth enough!

Trimakasih untuk seluruh anggota Keluarga yang nggak pernah berhenti berdoa buat saya, untuk support dari Daniel Fernando Simarmata yang no cure parah, USM, N3N3N, dan teman-teman lainnya yang ikut menyemangati saya. Trimakasih super duper! Semarang, see ya!  & Lord, You're amazing. 







28.6.12

SIGH GOAL

Ditemani layar televisi yang menampilkan duel Euro 2012 antara German &  Italy.

Sekeletep diem. Tiba-tiba berfilosofi tentang bola. Gila. Bola gitu aja capek-capek direbutin 22 orang dilapangan selama 1,5 jam. Demi sebuah goal. Skor yang bisa menentukan apakah kamu menang atau kalah. Mungkin sebagian langsung bisa nerka kalau pembicaraan ini akan dibawa kemana. Ya. Tentang  kuliah.

Dimisalkan bola itu adalah tempat kuliah yang ingin dituju. Sebut saja UI dengan jurusan Komunikasi-nya atau UNPAD dengan jurusan Administrasi Negara-nya. Dimisalkan 22 orang adalah saya, kamu dan 600 ribu saingan diluar sana. Dimisalkan lapangan adalah ujian SNMPTN, SIMAK, SMUP, dll. Dimisalkan 1,5 jam adalah waktu yang kita persiapkan selama ini. Tanpa permisalan, goal lah yang kita harapkan. 

Takut. Mungkin itu yang bisa tergambarkan. Ekspresi itu juga terlihat dari pemain German kali ini. Skor sementara sudah 2-0. Klose dkk pasti sebelumnya sudah mengandai-andai kemenangan mereka di laga ini. Mungkin mereka juga menerka berapa jumlah goal yang akan dicapai. Bukan saja mereka, fans German diluar sana pun pasti berpikiran sama dan ambisius akan team ini.


Mirror works. Keluarga dan teman saya juga berambisius pada saya. Mewacanakan beberapa prestasi yang pernah saya raih demi kekuatan mental saya dalam SNMPTN 2012. 'Kamu kan ranking.. Kamu kan sekolah di 48... Kamu pasti lolos lah'. Oh ya? Saya adalah pemain German itu. Yang kali ini sedang sangat takut. Terutama dalam menghadapi kenyataan pahit apabila saya gagal, ditengah ekspektasi orang-orang terhadap saya. Skore saya masih 0. Apakah saya patut kalah? 

1.3.11

PERSIAPAN LES MENUJU KULIAH

Masih awal Maret tapi udah mikirin les. Ya gapapa sih daripada ga kepikiran sama sekali. Gue orangnya sebenarnya was-wasan tapi gamau keliatan seperti itu tapi sebenarnya gue pikirin. Ya gitulah. Jadi sekarang mikirin masa depan dulu nih. Banyak banget yang gue takutin, mulai dari TO UN UAS Tes SNMPTN Tes SIMAK UI Tes STAN, duh banyak lah tes sana-sini!

Nah akhir-akhir ini gue pusing mau les dimana. "Inten aja"  "GO aja" "BTA8 aja" "BTA45 aja". Biarpun pada prinsipnya gue tau itu semua kembali ke gue, tapi gue juga mau berada di tempat bagus yang mendukung keseriusan gue buat masa depan. Asik kan sok bet. Hahaha. Eh tapi kali ini serius kok.

INTEN
Tepatnya yang di Kalimalang. Dari mulut ke mulut sih katanya paling bagus. Masalah harga tergantung hasil tesnya. Dari tempat sih paling deket dari rumah gue jadi ini mungkin jadi pilihan pertama. Tapi.... entah kenapa gue nggak ada hati. HAHAHA gara-gara banyak temen udah disana. Udah ada Abram, Deni otang, Arga, dll. Dan kalau gue sekelas sama mereka, hidup gue ga tentram. Ditambah Ka Ocha pernah bilang kalau Inten itu sekolah dia dan SMAN 48 adalah tempat les. Haha jadi kebayang lah beratnya les disitu.

BTA
Bicara BTA ada 3 sebenarnya yang gue wanti-wanti. Ada BTA 8, BTA 45 sama BTA 70. Paling deket itu sebenarnya BTA 70, deket SMP Santo Markus 2. Tapi gue kemaren dapet brosur BTA 8 dari Ka Leo dan ternyata cukup menarik. Pendaftaran gelombang pertamanya dimulai dari Maret. Anyway, BTA 8 itu di SMAN 8. Pengajarnya bagus karena kebanyakan alumni situ yang udah pasti sukses juga. Cuma yang bikin mikir itu 1 kelas isinya ada 40 anak, dan gue pikir sepertinya kurang kondusif deh. 

Yang mau daftar BTA 8, ini persyaratannya (sekedar info gan):- Fotokopi Rapor kelas XI semester akhir- Pasfoto Warna ukuran 4x6 dan 2x3 (@1lembar)- Formulir pendaftaran yang telah diisi lengkap (@100K)

Masalah biaya sih cuma Rp.3.400.000-/ tahun. Ada 2 program yaitu, Program Reguler(Juli-April) & Intensif (Mei-Juni). Intensifnya 6hari per minggu. Lesnya sekitar 5jam. Ya Tuhan mau nangis ini lama banget ye -_- Berhubung BTA 8 itu ada di Bukit Duri, jadi gue amat sangat lelah untuk les disitu karena jarak dari rumah terbilang jauh. Cuma entah kenapa gue ada hati disini. Penasaran juga sih sama BTA 45 yang ada di Tebet. Katanya lebih bagus dengan konsekuensi lebih mahal 2x lipat. Lesnya 2x seminggu dan per kelasnya cuma 15 anak, jadi lebih kondusif aja.


Ganesha Operation
Kalau GO itu ada di samping Samar dan di Lubang Buaya. Katanya sih bagusan di Lubang Buaya. Lagi-lagi belum ada hati disini. Kayaknya tuh GO udah ke cap 'biasa aja' dan ga ada bedanya sama Primagama. Dari rekomen kaskus pun kayak dikesampingkan dan pada kecewa.

Selain 3tempat itu ada yang bilang di NF atau SSC aja. Cuma gue belom korek-korek lebih lanjut. Jadi keputusan paling berani dari gue itu di BTA 8/BTA 45. Amin. Sebenarnya lo mau kuliah dimana sih? Paling muluk adalah di STAN. Tempat dimana semua orang juga mau. Walaupun susah banget dan kebanyakan IPA yang diterima, ga ada salahnya mencoba kan? Akhir-akhir ini gue juga lagi gencar ngerjain soal-soal STAN secara abang gue juga lulusan dari situ. Muluk yang kedua itu di UI. Bicara fakultas tetep prioritas Akuntansi. Tapi agak galau juga nih soalnya pengen juga kembangin 'Design'. Kalau kata Ayu sih mending seriusin Akutansi aja nanti baru pas kerja langsung sambilan kuliah ambil bagian Design. Hmm boleh juga sih. Semoga dikabulin Tuhan ya. 

Yang jelas sih jangan sampai salah jurusan supaya nggak dapet gelar M.A alias Mahasiswa Abadi yang kekal dibumi seperti didalam sorga. Hahaha gue juga cari kuliah yang cepet tapi bukan artinya instan. Ada yang pernah bilang supaya jangan pilih jurusan yang bersifat matrealistis. Jangan karena lagak yang luar biasa jadinya IP NASAKOM (Nasib Satu Koma). Hahaha ya jadi pelajaran aja sih buat gue.

Satu hal lagi. Berhubung sebenarnya ini post tentang tempat les, gue mau tanya dong kira-kira bagusan les dimana ya? Thankyou.